Minggu, 18 Desember 2011

PELANGI ( LITERATURE NOVEL )

Titik hujan tampaknya sudah mereda. Langit gelap pun sudah mulai tergantikan oleh keceriaan. Namun ia masih asyik terpaku memandangi pemandangan alam dari dalam rumahnya dibalik jendela besar itu. Sesekali tampak ia memankan kakinya maju mundur bergolang - goyang dan tampak merebahkan dirinya pada kursi yang didudukinya.

Bug...Bug...Bug...
"Feli...Aku pulang..."

Gadis itu segera berbalik arah lalu menunggingkan senyumnya. Ia bahagia melihat siapa yang datang. Setelah sekian lama ia nanti akhirnya pujaannya kembali dari medan perang. Ia segera turun dari kursinya, berlari ke arah pujaan hatinya itu dan memeluknya erat.

"Vide, kenapa kamu begitu terlambat? Sudah sekian lama aku menantimu. Setiap hari aku gusar memikirkanmu di medan perang, takut kalau - kalau kau tertembak musuh"

"Maafkan aku, namun perang ini memang tak kunjung berakhir. Barusan ini ada gencatan senjata karena pemimpin sudah mulai campur tangan. Makanya aku dapat pulang untuk meminangmu."

---------------------------------------------------------------------------------------------------